Langsung ke konten utama

This is my true story

Hai,
Aku Bobby Binarso Chionander, aku dilahirkan di Semarang, 17 Mei 1996. Aku punya banyak pengalaman yang ingin aku bagi, tapi aku bingung harus curhat kesiapa, jadi aku putusin buat curhat disini.

Usiaku yang ke 17, tidak seindah yang aku bayangkan. Setiap hari aku harus merasakan sebuah kesedihan, yang entah kenapa tiba-tiba selalu ada dibenakku. Aku kira usia 17 tahun itu menyenangkan. Ternyata ga juga, justru aku merasa sedih setiap hari. Hidupku berubah semenjak aku kehilangan seseorang yang aku sayangi saat aku masih menduduki bangku SMP kelas 7. Hidupku terasa berbeda tanpa ada dia dalam hidupku, tapi suatu ketika aku bertemu seseorang yang bisa menggantikannya. Tapi ternyata dia pergi karena kecerobohanku, aku memang bukan orang yang tegas. Karena aku lelah dengan ketegasanku, aku ingin mencari sebuah hal yang menyenangkan yang bisa membuatku selalu tertawa di masa-masa saat terakhirku. Karena aku ga tahu waktu aku hidup tinggal berapa lama lagi, karena hanya Tuhan yang tahu aku harus pergi kapan. Aku ingin mencari kebahagiaan sebelum aku pergi jauh, dan hanya menyisakan kenangan manis saat aku di dunia ini.

Banyak hal kebodohan yang aku lakukan tanpa aku harus berpikir 2-3 kali. Tapi aku punya alasan sendiri, kenapa aku begitu. Banyak orang yang akan tidak setuju dengan alasanku, tapi ini aku.

Terkadang hidup ga semulus yang kita kira. Contohnya cinta, cinta bagi beberapa orang itu akan abadi tapi nyatanya mereka berpisah karena hal bodoh. Sama kaya hidupku sekarang, ga semulus yang dulu saat aku kecil kira. Banyak tantangan, banyak hal-hal yang gampang membuatku jatuh bahkan hampir ga bisa bangkit lagi. Tapi ada seorang wanita yang ga tahu dia sebenernya siapa, tapi akhirnya dia pergi bersama orang lain. Aku kira dia malaikat, karena disetiap bersama dia, aku tidak merasakan rasa sakit, tapi sekarang, entahlah begitu sakit untuk mengenangnya.

Ga tahu harus gimana lagi, cuma bisa berharap walaupun sebenarnya harapan itu ga nyata buatku. Tapi apa salahnya berharap, berharap untuk di maafkan karena aku pernah melukai hatinya walau tak mungkin aku dimaafkan. Aku selalu berkata dalam hati "Aku harus berubah! aku harus berubah dari kekacauan hidupku!" tapi sampai saat ini sangat susah untuk merubahnya. Tapi aku ga akan berhenti, karena aku yakin aku bisa berubah.

Udah dulu ya ceritaku, tunggu aja ceritaku selanjutnyaa..
Tuhan Memberkati ^.^

Komentar